Setiap tanggal 27 Rajab, umat Islam di seluruh dunia memperingati sebuah peristiwa luar biasa yang melampaui batas logika manusia yaitu Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini bukan sekadar perjalanan sejarah, melainkan simbol puncak spiritualitas dan kasih sayang Sang Pencipta kepada hamba-Nya. Peringatan Isra Mi’raj setiap tahunnya membawa pesan-pesan yang sangat relevan dengan kehidupan masa kini yakni :
- Pentingnya Menjaga Shalat 5 Waktu: Oleh-oleh utama dari Mi’raj adalah perintah shalat. Shalat adalah “Mi’raj-nya” orang beriman—sarana kita untuk berkomunikasi langsung dengan Tuhan di tengah hiruk-pikuk dunia.
- Keseimbangan Antara Dunia dan Akhirat: Perjalanan horizontal (Isra) dan vertikal (Mi’raj) mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang seimbang: berbuat baik sesama manusia di bumi, namun hati tetap terpaut pada Yang Maha Kuasa.
- Integritas dan Kejujuran: Saat kembali, Rasulullah menceritakan kejadian ini meski tahu akan dihina. Ini mengajarkan kita untuk tetap berpegang pada kebenaran, meskipun kebenaran tersebut sulit diterima oleh logika orang banyak.
Di era digital ini, memperingati Isra Mi’raj tidak hanya sebatas seremonial. Kita bisa merayakannya dengan:
- Muhasabah (Introspeksi) dengan memperbaiki kualitas shalat kita.
- Menambah Ilmu dengan menghadiri pengajian dan belajar dengan tekun dan sungguh-sunguh.
- Berbagi Kebaikan dengan menebar kedamaian dan pesan positif di media sosial sebagai bentuk syukur atas nikmat iman.






Pada peringatan Isra Mi’raj SMPN 3 Kalijati hari Kamis 15 Januari 2026, diadakan secara sederhana dengan penampilan hadroh dan dalang wayang golek dari Ikatan Remaja Masjid SMPN 3 Kalijati. Tidak hanya penampilan dari Irema SMPN 3 Kalijati acara juga di isi dengan Tausyiah Ustad Obil. Dengan peringatan Isra Mi’raj ini dijadikan sebagai pengingat bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah. Jika saat ini kita merasa sedang berada di titik terendah, ingatlah bahwa Rasulullah pun dijemput dengan kemuliaan setelah melewati kesedihan yang mendalam. Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik untuk terus meningkatkan ibadah dan memperluas kebaikan.